9bc5e255 48df 44a4 ba57 db4eab7bfe59

4 Perusahaan Fintech yang Berinovasi di Sektor Agrikultur

Dalam debat calon presiden Minggu malam (17/2/2019), nama TaniHub sempat disinggung oleh Calon Presiden Nomor Urut 01 Jokowi saat membahas peran teknologi dalam pembangunan pertanian. Saat itu, Jokowi menyebut salah satu perusahaan fintech yang berkontribusi terhadap pertanian.  

Perusahaan fintech ini adalah salah satu dari banyak perusahaan fintech yang melakukan inovasi di bidang agrikultur. Fintech atau financial technology merupakan salah satu inovasi digital di bidang ekonomi. Inovasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang, termasuk pertanian.

Sebelum kegiatan pertanian diperlukan modal untuk dapat melaksanakan produksi. Bagi petani, terutama yang memiliki luas lahan kecil akses untuk memperoleh modal masih sulit. Pengajuan pinjaman modal ke lembaga perbankan harus melalui administrasi dan memerlukan jaminan. Rumitnya birokrasi seringkali membuat petani enggan untuk mencari pinjaman dari bank. Tak jarang petani kemudian mencari modal dari pihak lain, meskipun bunga yang diberikan tinggi. Diperlukan sebuah solusi berupa alternatif pinjaman modal yang mudah dan menguntungkan bagi petani. Berikut ini daftar beberapa fintech yang berinovasi di bidang agrikultur :

Tanihub

TaniHub adalah bagian dari TaniGroup, perusahaan teknologi rintisan yang didirikan oleh Ivan Arie dan Pamitra Wineka. TaniGroup bergerak dalam dua lini utama yaitu TaniHub, sebuah e-commerce yang menghubungkan petani langsung dengan pembeli korporasi (supermarket, hypermarket, hotel, dan restoran), dan TaniFund, sebuah crowdfunding platform yang menyediakan sarana investasi bagi masyarakat umum serta pembiayaan bagi kelompok tani yang ingin mengembangkan usahanya. TaniGroup juga meluncurkan beberapa program yang menyasar usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang Food & Beverages (F&B) dan ritel fresh goods melalui program Restopreneur, Juicepreneur, dan Storepreneur.

iGrow

iGrow merupakan sebuah platform untuk membantu petani lokal karya Andreas Sanjaya, Muhaimin Iqbal dan Jim Oklahoma. Berdiri pada tahun 2014, saat ini iGrow telah membantu 2200 lebih petani di 1197 hektar lebih lahan. iGrow memberikan fasilitas kepada petani untuk bisa memperoleh modal. Modal yang diberikan diperoleh dari orang yang melakukan investasi kepada iGrow. Petani yang ingin menjadi mitra harus mengisi formulir terlebih dahulu.  Data yang dicantumkan memuat detail lahan beserta luasannya, komoditas dan keahlian yang dimiliki oleh petani. Fasilitas keuangan yang ditawarkan oleh iGrow ini aman dan sudah terdaftar serta diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Selain modal, iGrow juga dilengkap dengan fitur-fitur lain yang bermanfaat untuk menambah wawasan pertanian.

Eragano

Berawal dari kepedulian terhadap petani, Eragano hadir membawa optimisme pertanian yang lebih baik. Berdiri pada tahun 2015, Eragano membangun pertanian dengan sistem pemderdayaan. Fasilitas yang ditawarkan oleh Eragano yaitu pendanaan, budidaya dan penjualan panen melalui teknologi. Dari segi pendanaan, Eragano membantu petani agar terhubung dengan fasilitas pinjaman mikro. Petani yang ingin memperoleh pinjaman harus mengisi formulir yang nantinya akan diproses oleh tim Eragano. Jika sudah sesuai dengan ketentuan, maka petani berak memperoleh pinjaman dengan bunga rendah. Selama proses pengembalian pinjaman juga bersifat transparan dan terpantau dengan teknologi yang telah Eragano buat. Karya Stephanie Jesselyn dan Aris Hendrawan ini telah membantu 1000 lebih petani di daerah Sumatera, Jawa, Sulawesi, NTB dan NTT dengan total luas lahan lebi dari 1000 hektar. Tidak hanya membantu petani, Eragano juga ikut berperan dalam mensukseskan 4 poin SDGs (Sustainable Development Goals), yaitu No Proverty, Gender Equality, Decent Work and Economic Growth dan Responsible onsumption and Production.

Crowde

Berdiri pada tahun 2015, Crowde hadir sebagai platform permodalan yang mengelola dana masyarakat. Crowd-lending dipilih oleh Yohanes Sugihtononugroho dan Muhammad Risyad Ganis sebagai metode dari Crowde. Pada dasarnya Crowde akan memberikan pinjaman yang diperoleh dari investor. Salah satu keunggulan dari Crowde in adalah nominal investasi yang rendah, sehingga siapa pun dapat berinvestasi. Investasi dapat dilakukan melalui proyek-proyek yang ditawarkan. Tidak hanya di bidang pertanian, tetapi juga perikanan. Dana yang terhimpun akan disalurkan kepada petani. Petani yang telah memperoleh dana akan mulai bekerja sesuai dengan proyek yang telah ditentukan. Keuntungan yang diperoleh dari panen akan melalui skema bagi hasil antara petani dan pemberi modal. Selain fasilitas permodalan, Crowde juga memberikan fasilitas pemasaran. Keamanan melalui aplikasi ini sudah terdaftar dan juga diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Latest articles