92f979f9 0bc7 40a5 ae5d e68661c711ac

Kontribusi Fintech Pada Ekonomi Indonesia

Saat ini teknologi bidang ekonomi dan keuangan semakin maju. Jika zaman dulu orang harus bertransaksi secara langsung bertemu yang tentunya memakan waktu dan tenaga, saat ini, semuanya hampir bisa dilakukan dengan tangan dan gadget kamu seperti halnya mengecek bunga depsito, bertransaksi secara online, transfer dengan aplikasi mobile banking dan lain sebagainya.

Saat ini, ada juga yang sedang populer dengan sebutan Fintech atau singkatan dari financial technology. Fintech sangat populer di kalangan media atau mereka yang aktif di bidang teknologi. Perusahaan start up juga menggunakan fintech ketika berurusan dengan keuangan baik transfer atau yang lainnya. Jadi, bisa dibilang fintech sendiri merupakan penggabungan antara teknologi dan sistem keuangan. National Digital Research Centre atau NDRC mendefinisikan Fintech sebagai istilah yang dapat digunakan untuk menyebut inovasi dalam bidang jasa keuangan atau finansial. Bisa juga dengan inovasi finansial yang diberi sentuhan teknologi modern. Bisa juga dengan arti segmen di dunia start up yang membantu untuk memaksimalkan dalam penggunaan teknologi untuk mengubah, mempertajam atau mempercepat berbagai aspek pelayanan keuangan.

Jadi, dari mulai metode pembayaran hingga transfer dana, pengumpulan dana, pinjaman bahkan sampai pada pengelolaan aset bisa kemudian dipercepat dan dipersingkat dengan menggunakan teknologi. Berdasarkan hal ini, maka wajar jika fintech kemudian secara cepat menjadi kebutuhan yang akhirnya mengubah gaya hidup orang banyak khususnya mereka yang bergelut di bidang teknologi dan keuangan.


Dengan berbagai aspek fungsi dari layanan fintech tersebut, wajar jika industri fintech ini banyak berkontribusi terhadap ekonomi digital Indonesia. Sejak kemunculannya di tahun 2016 di Indonesia, industri fintech tercatat mampu menyerap tenaga kerja sebesar 215.433 orang dan telah menambah GDP sebesar Rp25,97 triliun.

Industri fintech juga menstimulus pertumbuhan Perbankan 0,8 persen, perusahaan Pembiayaan 0,6 persen, dan ICT (information and communication technologies) 0,2 persen. Fintech juga menambah pendapatan [upah dan gaji] sebesar Rp4,56 triliun. Semua kontribusi ini tercatat hanya dalam 2 tahun pertama sejak fintech mulai ada di Indonesia. Menarik bukan? Mari kita sama-sama mengamati perkembangan industri fintech khususnya kontribusinya bagi ekonomi Indonesia. 

Referensi:
https://ekbis.harianjogja.com/read/2019/04/10/502/984071/tekfin-alternatif-sumber-pembiayaan-umkm

Latest articles