66ba73ad 6e7c 48e8 aa40 73e3e70dde25

Danafix Talks di Lampung: Pentingnya Generasi Muda Paham Finansial

LAMPUNG, 19 Agustus 2019 – PT. Danafix Online Indonesia mengadakan acara edukasi fintech peer to peer (P2P) Lending di Kota Bandar Lampung, tepatnya di Wood Stairs Café. Acara bertemakan “Peran dan Pemanfaatan Fintech Lending terhadap Ekonomi Digital Indonesia” dan dihadiri oleh Reney Mosal, Head of Marketing, Danafix, serta Hari Putra, seorang pakar perencanaan keuangan pribadi yang membahas mengenai “Tai Chi Financial dalam Fintech”.

Hari “Soul” Putra menjelaskan mengenai teknologi di era industry 4.0 ketika generasi muda hidup dalam dunia yang sudah penuh dengan inovasi teknologi seperti smart sensor, fraud detection, cloud computing, big data analytics, dan sebagainya. Kemajuan teknologi ini juga ada dalam industry keuangan, yaitu kemunculan layanan peer to peer lending, yang memudahkan masyarakat mendapatkan pinjaman online.

Sementara itu, Reney Mosal menjelaskan mengenai tren perkembangan layanan teknologi finansial. Dijelaskan bahwa sejak 2017, perkembangan layanan maju dengan sangat pesat. Selain itu, industry teknologi finansial juga menarik banyak lapangan kerja dan memfasilitasi penyaluran dana pinjaman ke banyak entitas bisnis maupun ke perseorangan. 


Namun demikian, kedua pembicara sepakat bahwa kemajuan layanan teknologi finansial harus disertai pula dengan pemahaman yang baik mengenai pemanfaatan layanan finansial, yaitu yang disebut dengan literasi keuangan. Tanpa literasi keuangan, maka kemajuan layanan finansial akan membawa banyak resiko bagi penggunanya. Beberapa contoh resiko tersebut adalah misalnya peminjaman dana yang akhirnya gagal bayar, atau terganggu dengan cara penagihan yang tidak semestinya. Untuk itu, Hari “Soul” Putra menekankan perlunya ada pengaturan keuangan pribadi yang baik, dan jangan sampai terjebak pada pinjaman online yang illegal.

Salah satu hal yang utama untuk diperhatikan adalah penggunaan pinjaman online yang legal dan tahu bagaiman cara membedakan fintech yang legal dan illegal. Hal ini karena pinjaman online legal sudah memiliki standard sesuai dengan OJK dan diawasi langsung oleh OJK, sehingga seluruh kegiatannya sudah sesuai dengan arahan OJK. Salah satu contohnya adalah bunga yang diberikan adalah sesuai dengan standard bunga yang disepakati oleh OJK. Sehingga hal tersebut mempengaruhi kemampuan membayar pengguna pinjaman online. Oleh karena itu, penting melihat daftar pinjaman online legal yang telah terdaftar di OJK dan AFPI untuk menghindari pengguna terjerat pada pinjaman online yang illegal. Dan dengan mengatur pola keuangan yang baik maka pengguna pinjaman akan dapat tepat waktu dan bijak dalam melakukan pembayaran pinjaman. Dan pinjaman yang dilakukan baiknya untuk keperluan yang sangat mendesak atau kebutuhan tambahan modal usaha dibandingkan untuk hal yang bersifat komsumtif. Perlunya perubahan sikap mental dalam melek keuangan, Dengan menerapkan moto “Mari merubah gaya hidup menjadi biaya hidup, Merubah gengsi menjadi investasi”. 

Latest articles